Program coaching merupakan bagian dari kegiatan pelatihan dan pengembangan. Pengadaan program coaching ini merupakan investasi dan berguna bagi perkembangan perusahaan. Human Resource Department (HRD) menjadi penanggung jawab untuk mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk coaching. 

Nah, bagaimana cara menerapkan coaching yang efektif? 

Tentunya HRD perlu mempersiapkan beberapa hal. Adapun hal-hal yang harus dipersiapkan dengan benar antara lain: 

Tujuan Utama

Tujuan utama adalah aspek atau fokus yang perlu dikembangkan. Tanpa tujuan yang jelas suatu pelatihan tidak akan berjalan lancar dan tepat guna. 

Sebelum mengadakan pelatihan, biasanya HRD akan mengadakan penilaian kinerja atau gap analysis untuk mendeteksi aspek apa saja yang perlu ditingkatkan. Kemudian barulah disusun tujuan utamanya.  

Kurikulum

Setelah menetapkan tujuan utama, hal lain yang harus disiapkan adalah materi atau kurikulum coaching. Kurikulum yang disusun dapat meningkatkan titik tertentu dalam pekerjaan karyawan. Dengan demikian, HRD bisa memastikan bahwa semua materi yang diajarkan akan berdampak besar pada pekerjaan karyawan.  

Regulasi

Regulasi atau aturan yang jelas akan menjaga kelancaran suatu program tetap berada pada rencana. Sebagai contoh, karyawan tidak boleh mengajukan resign dan harus bekerja di perusahaan beberapa waktu sesuai kesepakatan setelah mengikuti coaching. Contoh lainnya adalah denda atau sanksi kepada karyawan jika karyawan membolos atau tidak mengikuti program pelatihan.  

Untuk mendeteksi apakah setiap karyawan mengikuti program pelatihan sesuai dengan sesi yang ditetapkan, HRD bisa menggunakan attendance software dari LinovHR. Attendance software dapat mendeteksi apakah karyawan benar-benar menghadiri pelatihan atau tidak. Selain itu, semua informasi kehadiran karyawan yang masuk ke sistem berjalan secara real time. Itu artinya, HRD bisa mengawasi dan memantau karyawan saat itu juga. Hal ini sangat berguna apabila lokasi pelatihan berlangsung di luar kantor.  

Pelatih

Pelatih bisa berasal dari manajer atau pimpinan perusahaan itu sendiri. Akan tetapi, bisa juga HRD menggunakan jasa pelatih dari luar perusahaan. Pemilihan pelatih bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keadaan perusahaan. Pelatih akan membantu karyawan mengembangkan wawasan dan kemampuan sehingga karyawan bisa lebih handal, kompeten, dan produktif selama bekerja.  

Baca Juga: Pengertian Manajemen Laba, Faktor dan Tahapannya

Penilaian Hasil Coaching

Selesai melakukan coaching, HRD harus melakukan penilaian terhadap karyawan. Akan terlihat jelas jika program tersebut berlangsung sukses atau tidak. Indikator penilaian dirancang khusus untuk menentukan apakah karyawan mengikuti program dengan benar sesuai harapan atau tidak. Selanjutnya, tinggal kebijakan pimpinan dan HRD untuk menentukan tindakan apakah yang akan diberikan kepada karyawan. 

Mempersiapkan coaching merupakan salah satu bagian dari upaya peningkatan kompetensi karyawan. Software HRD dari LinovHR dapat mempersiapkan penyusunan berbagai program pelatihan melalui fitur dan teknologi canggih. Dengan begitu, seluruh perencanaan berjalan secara sistematis. Ingin informasi lebih lengkap? Kunjungi laman resmi LinovHR sekarang juga!